KIPRAH PAGARNUSA
'KIPRAH PAGARNUSA PADA BANGSA, NEGARA, AGAMA, ULAMA DAN OLAHRAGA'
Pencak silat merupakan suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Kepulauan Nusantara. Seni bela diri ini kini sudah mulai banyak dikenal dunia. Di Indonesia sendiri, banyak sekali perkumpulan pencak silat, di antaranya adalah Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU).
Sekjen Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Teddy Suratmadji mengungkapkan keunggulan pencak silat Pagar Nusa Memiliki Kiprah yang besar Dia pun mengapresiai ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Festival IV yang akan digelar Pagar Nusa di di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur pada 25-27 Maret 2022. “Saya menyambut baik Kejurnas Pagar Nusa ini, mengingat Pagar Nusa adalah salah satu perguruan besar yang tentu kita tahu bersama bahwa perguruan ini berbasis salah satu organisasi terbesar di Indonesia,” kata Teddy.
Mungkin Saudara-saudara belum banyak mengetahui dalam tentang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Atau PagarNusa, berkembangnya PagarNusa dari masa ke masa banyak yang beranggapan kalau PagarNusa itu hanya sekedar cuma Silat/olahraga saja akan tetapi PagarNusa Telah Berkembang Pesat dan banyak Melahirkan Atlet-Atlet Muda mudi Berprestasi yang membanggakan Negara.
Selain itu seorang santri PagarNusa selain dibekali ilmu bela diri juga dibekali ilmu keagamaan yang kuat Oleh karena Itu PagarNusa semakin terkenal dan memiliki banyak sekali anggota yang tersebar di Nusantara, bukan cuma di Nusantara PagarNusa juga mulai berkembang di berbagai Mancanegara karena PagarNusa merupakan Pencaksilat Naungan Nahdlotul Ulama yang juga sampai sekarang terus berkembang pesat dimana-mana.
Mengenang Guru besar sekaligus Pendiri Pencak Silat PagarNusa Adalah sebuah Kyai dan Tokoh yang Hebat dan biasa dijuluki Gus Maksum beliau lah yang melatih silat dan banyak juga memberi karomah-karomah kepada santri santrinya, KH. Abdullah Maksum Jauhari/Gus Maksum lahir di Kanigoro, Kediri 8 Agustus 1994 dan wafat pada 21 Januari 2003, Beliau adalah Putra dari Kyai di Ponpes Lirboyo, yakni Abdullah Jauhari dan Nyai Hj.Aisyah, Beliau merupakan Sosok kharismatik dan berwibawa bagi seorang santri pendekar Pagar Nusa serta masyarakat, Gus Maksum Mula Mula menimba Ilmu Agama dari Ayahnya sendiri yaitu Abdullah Jauhari dan sempat juga sekolah Dasar dan Madarasah Tsanawiyah di Lirboyo Selebihnya Beliau Melanjutkan proses belajarnya mengembara ke daerah daerah lain.
Dari pengembaraannya Gus Maksum mendalami Ilmu-ilmu Silat dan Kanuragan yang kemudian menjadi bekal untuk mendirikan Pagarnusa.
Gus Maksum Juga dikenal sebagai sosok yang Kharismatik dan Nyentrik dikarenakan Dia berambut gondrong, jengot dan kumis lebat, selalu memakai bakiak. Lalu Gus Maksum tidak pernah makan nasi alias ngerowot, selain itu Beliau Suka memelihara beberapa jenis binatang seperti berbagai jenis ular dan unggas, buaya, kera, orangutan dan sejenisnya.
Lahirnya PagarNusa Dan Alasan Dibalik Berdirinya PagarNusa:
Pagar Nusa berarti pagarnya Nu dan Bangsa bertanggung jawab menjadi pagar bagi ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah. Di samping, Pagar Nusa berkewajiban menjaga keutuhan NKRI.
Selain itu Menurut Ensiklopedia NU Pagarnusa bertugas Mengembangkan dan menggali serta melestarikan seni Bela diri pencak silat Nusantara Indonesia.
(Dikutip Dari https//:nu.or.id 31/05/2019) Pagarnusa dibentuk Pada 3 Januari 1986 di Pondok pesantren, Lirboyo Kediri, Jawa Timur. NU mengesahkan pendirian dan kepengurusannya melalui surat keputusan tertanggal 16 Juli 1986. Pagarnusa resmi menjadi badan Otonom Nahdlatul Ulama.
Lahirnya Pagar Nusa berawal dari perhatian dan keprihatinan para kiai NU terhadap surutnya ilmu bela diri pencak silat di pesantren. Padahal, pada awalnya pencak silat merupakan kebanggaan yang menyatu dengan kehidupan dan kegiatan yang ada di pesantren.
Surutnya pencak silat antara lain ditandai dengan hilangnya peran pondok pesantren sebagai padepokan pencak silat. Padahal, sebelumnya pondok pesantren merupakan pusat kegiatan ilmu bela diri tersebut.
Para ulama-pendekar merasa gelisah melihat kenyataan tersebut. KH Suharbillah, seorang pendekar dari Surabaya, menceritakan masalah itu kepada KH Mustofa Bisri di Rembang. Mereka lalu menemui KH Agus Maksum Jauhari atau Gus Maksum, yang memang dikenal sebagai tokoh ilmu bela diri.
Pada 27 September 1985 Mereka berkumpul di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Tujuannya untuk membentuk suatu wadah di bawah naungan NU yang khusus mengembangkan seni bela diri pencak silat. Musyawarah tersebut dihadiri tokoh-tokoh pencak silat dari Jombang, Ponorogo, Pasuruan, Nganjuk, Kediri, Cirebon, dan Kalimantan. Kemudian terbitlah Surat Keputusan Resmi Pembentukan Tim Persiapan Pendirian Perguruan Pencak Silat Milik NU yang disahkan pada 27 Rabi’ul Awwal 1406/ 10 Desember 1985 dan berlaku hingga 15 Januari 1986.
Musyawarah berikutnya diadakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada 3 Januari 1986. Musyawarah ini menyepakati susunan Pengurus. Dan Gus Maksum terpilih sebagai ketua umumnya.
Itulah sedikit latar belakang PagarNusa, bahwasanya Pagarnusa itu lahir dari banyak tokoh tokoh hebat di dalamnya hingga sampai sekarang Pagarnusa semakin meningkat dari masa ke masa, Terciptanya Santri-santri Pagarnusa yang Berdikari Dan Berprestasi mengharumkan nama bangsa.
Kiprah pagarnusa Terhadap Bangsa Dan Negara:
Ketua Umum Pencaksilat PagarNusa Nabil Haroen dalam artikelnya yang Diberi Judul "PagarNusa Dan Komitmen Kebangsaan" dimuat dalam Jawa post 4 Mei 2017, beliau menuliskan.
Pagar Nusa konsisten pada komitmen untuk menjaga NKRI. Pagar Nusa merujuk pada sikap kiai-kiai pesantren dan arah organisasi NU yang berprinsip pada nilai Islam dan kebangsaan. Konsepsi itu muncul dari pemahaman mendasar atas sikap para kiai dalam memperjuangkan kemerdekaan serta menjaga negara. Hubbul wathan minal iman, cinta tanah air sebagian dari iman. Itulah yang menjadi prinsip NU serta menjadi rujukan Pagar Nusa.
Sejarah hadirnya Pagar Nusa tidak lepas dari perjuangan mengawal negara. Para pendekar silat dari pesantren telah sejak awal bergabung dalam perjuangan kemerdekaan. Bersama laskar rakyat dan barisan militer, para pendekar dan santri itu menjadi tulang punggung perjuangan.
Selanjutnya, untuk mewadahi para pendekar, para kiai sepakat membentuk perkumpulan. Pada 27 September 1985 diselenggarakan pertemuan para kiai untuk membahas wadah pencak silat dari komunitas pesantren dan warga nahdliyin. Pertemuan yang berlangsung di Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, itu dihadiri KH Maksum Jauhary (Gus Maksum Lirboyo), KH Abdullah Usman, KH Muhajir, H Athoillah, Drs Lamro Azhari, KH Ahmad Buchori Susasto, dan Prof Dr Suharbillah.
Pertemuan tersebut menandai pembentukan Pagar Nusa untuk mewadahi kader-kader dan pendekar silat yang berafiliasi dengan nahdliyin. Kemudian, pada 3 Januari 1986, melalui pertemuan kiai dan pendekar-pendekar khos (khusus) di Pesantren Lirboyo Kediri, terbentuklah Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa yang secara resmi menjadi media komunikasi dan konsolidasi para pendekar silat.
Kiprah Pagarnusa Terhadap Agama Dan Ulama:
Pembina Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa Kabupaten Jember HM Misbahus Salam dalam artikel situs JEMBER, RADARBANGSA.COM 27/11/2017 meminta kepada seluruh pesilat Pagar Nusa agar membekali diri dengan ilmu agama yang sesuai dengan ajaran ahlusunnah wal jamaah.
Menurutnya, para pesilat Pagar Nusa tidak hanya membekali diri dengan keterampilan fisiknya saja, melainkan ilmu agama juga sangat penting. Hal ini juga yang membedakan dengan pesilat lain.
"Itulah bedanya pesilat Pagar Nusa dengan pesilat lain. Pagar Nusa tetap di bawah kendali ulama," ujarnya, seperti dilansir nu.o.id, Jumat 17 November 2017.
Selain itu, kata Misbahus Salam, yang juga Ketua Baznas Kabupaten Jember itu, olahraga bela diri tersebut harus dijadikan sebagai syiar Islam terutama untuk membela ulama dan amar ma`ruf nahi mungkar.
pendekar Pagarnusa Di didik untuk menegakkan Agama dan Membela Para Ulama, olehkarena Dasar bela diri dan keolahragaan pencak silat Pagar Nusa harus berdasarkan keagamaan dan tauhid kepada Allah SWT
serta menjadikan pendekar Pagarnusa khidmat terhadap Agama, Ulama dan bangsa
Pagar Nusa juga mengabdi untuk terus mengawal para ulama, kyai pesantren yang menjadi panutan. Jika kehormatan kyai dilecehkan dan dihina, Pagar Nusa tidak akan tinggal diam Pagarnusa memiliki ikrar "Bela Kyai Sampai Mati" yang berarti Pendekar Pagarnusa akan selalu menjaga kehormatan dan martabat kyai sampai mati, meskipun begitu seorang santri Pagarnusa Juga harus memiliki sifat Tawadhu dan berakhlakul Karimah, Seperti ilmu padi, kian berisi kian merunduk artinya:
semakin tinggi ilmunya semakin rendah hatinya. kalau sudah pandai jangan sombong, selalulah rendah hati. Sesuai semboyan pagarnusa "la ghaliba illa billah" Memiliki arti Tiada Kemenangan selain pertolongan dari Allah, semboyan ini cocok supaya tidak menjadikan sifat Takabur Sebab dengan lafadz tersebut, pendekar berpegang teguh bahwa tidak ada yang mengalahkan seseorang, kecuali hanya karena Allah.
Kiprah Pagarnusa Terhadap Olahraga:
Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga rohani olahraga sudah dikenal dan umum di masyarakat. Pencak silat atau dikenal silat adalah suatu seni bela diri tradisional Indonesia yang memperhatikan seni keindahan gerakan dalam setiap jurusnya demikian halnya Pencak silat NU/Pagarnusa Yang terhimpun dalam IPSI
Pencak silat Juga merupakan Budaya Turun Temurun dari nenek moyang dan pencak silat memiliki Keanekaragaman yang banyak, pencak silat ini juga Dijadikan pertandingan di event event besar misalnya PON, Sea Games, Asian Games dan lain lain.
Dalam Hal itu membuktikan Bahwasanya Pencak silat merupakan bentuk olahraga yang diperlombakan dan untuk berprestasi,
Pagarnusa memiliki kiprah yang besar dalam bidang olahraga tentunya, Pagarnusa menseleksi Atlet Atlet berbakat untuk berprestasi dalam ajang kejuaraan nasional maupun internasional dan menjadi satu kesatuan yaitu di bawah naungan IPSI seperti diadakan nya Kejurnas ke 4 Pagarnusa 25-27 Maret 2022 ini adalah bukti bahwasanya Pagarnusa telah berkembang berdikari serta berprestasi.
Semoga Selalu berjaya Pagarnusa di kancah nasional maupun internasional dan selalu menjadi santri yang memiliki akhlakul karimah
Keren.... Teruslah mjdi Santri yg manfaat kak
BalasHapus